Sutr

Sutra Intan

Conze, Edward (EDT)

advanced8 chapters · 20 levels

Melalui panduan mendalam Edward Conze, buku ini menyingkap esensi kebijaksanaan tentang hakikat realitas dan cara melampaui ilusi diri yang sering membelenggu pikiran. Anda akan mempelajari seni melepaskan kemelekatan melalui anotasi mendetail yang mengubah teks filosofis kompleks menjadi langkah nyata menuju kejernihan spiritual yang transformatif.

1

Permulaan dan Pertanyaan Subhuti

Bab ini menetapkan latar belakang di Hutan Jeta dan pertanyaan fundamental Subhuti tentang bagaimana seorang pencari kebenaran harus menenangkan pikiran mereka.

Kehadiran Sang Buddha yang Sederhana

Pertanyaan Besar Subhuti

2

Sumpah Bodhisattva dan Penyangkalan Diri

Menjelaskan esensi Bodhisattva yang berusaha menyelamatkan semua makhluk tanpa terjebak dalam konsep diri.

Menyelamatkan Semua Makhluk

Empat Ilusi Identitas

3

Berderma Tanpa Keterikatan

Membahas praktik kedermawanan (Dana) yang murni, dilakukan tanpa bergantung pada persepsi indrawi.

Kedermawanan Tanpa Gejala

Pahala yang Tak Terukur

4

Melihat Realitas Melalui Ketidakberwujudan

Menantang persepsi kita tentang bentuk fisik Buddha dan hakikat kebenaran yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Tiga Puluh Dua Tanda Fisik

Dharma yang Tak Terkatakan

Perumpamaan Rakit

5

Kekuatan Keyakinan dan Transformasi Karma

Mengeksplorasi nilai spiritual dari memahami sutra ini dan bagaimana pemahaman tersebut dapat memurnikan rintangan masa lalu.

Keyakinan di Masa Akhir

Transformasi Melalui Penghinaan

Keagungan Empat Baris Gatha

6

Hakikat Pikiran dan Waktu

Menyelami kedalaman metafisika tentang pikiran yang tidak dapat ditemukan dan sifat ilusi dari waktu.

Pikiran yang Tidak Dapat Digenggam

Kesucian Tanah Buddha

7

Logika Penyangkalan (Dialektika Prajna)

Membedah struktur logika khas Sutra Intan: 'A bukanlah A, oleh karena itu disebut A'.

Rumus Tiga Tahap

Debu Dunia dan Alam Semesta

Otoritas Tanpa Otoritas

8

Kesimpulan: Hidup dalam Ketidakkekalan

Ringkasan akhir tentang bagaimana seorang praktisi harus memandang dunia sebagai serangkaian fenomena sementara.

Sembilan Perumpamaan Ilusi

Praktik Tanpa Gangguan

Kegembiraan dalam Kebenaran

Start reading with AI

Interactive Socratic dialogue, level by level

Get Started