Metafora yang Kita Hidupi

Metafora yang Kita Hidupi

George Lakoff

intermediate8 chapters · 20 levels

Buku ini mengungkap bahwa metafora bukan sekadar hiasan bahasa, melainkan fondasi utama yang membentuk cara kita berpikir, bertindak, dan memahami dunia. Dengan membedah pola komunikasi sehari-hari, Anda akan belajar mengenali struktur tersembunyi yang secara tidak sadar mendikte persepsi kita terhadap realitas.

1

Hakekat Konseptual Metafora

Bab ini memperkenalkan ide revolusioner bahwa metafora bukan sekadar hiasan bahasa, melainkan struktur fundamental dari cara manusia berpikir dan bertindak sehari-hari.

Lebih dari Sekadar Kata-kata

Sistem Pikiran yang Terstruktur

2

Jenis Metafora Spasial dan Fisik

Menjelajahi bagaimana posisi tubuh kita di dunia fisik menciptakan metafora dasar yang kita gunakan untuk memahami emosi, kesehatan, dan status sosial.

Metafora Orientasional: Atas dan Bawah

Metafora Ontologis: Objek dan Substansi

Personifikasi: Menghidupkan yang Mati

3

Metonimi dan Struktur Konsep

Bab ini membedakan antara metafora dan metonimi, serta menunjukkan bagaimana satu entitas dapat mewakili entitas lain dalam sistem komunikasi kita.

Metonimi: Bagian untuk Keseluruhan

Metafora Struktural: Waktu adalah Uang

4

Bagaimana Metafora Mengatur Persepsi

Metafora tidak hanya menjelaskan realitas, tetapi juga membatasi apa yang kita lihat dan abaikan dalam sebuah situasi.

Menyoroti dan Menyembunyikan

Koherensi Metaforis

Tantangan Konsistensi

5

Dasar Pengalaman dari Pemikiran

Menjelaskan bahwa metafora tidak muncul secara acak, melainkan berakar kuat pada pengalaman fisik dan interaksi budaya kita.

Landasan Fisik Metafora

Pengaruh Budaya dalam Metafora

Batasan dari Makna Literal

6

Metafora Baru dan Perubahan Makna

Bagaimana penciptaan metafora baru dapat mengubah pemahaman kita tentang dunia dan menciptakan realitas sosial yang baru.

Menciptakan Makna Baru

Metafora yang Mengubah Realitas

7

Kritik terhadap Objektivisme dan Subjektivisme

Lakoff dan Johnson menantang dua kutub filosofis utama dan menawarkan jalan tengah yang berbasis pada pengalaman manusia.

Mitos Objektivisme

Bahaya Subjektivisme Murni

Kebenaran Berbasis Pengalaman

8

Paradigma Pengalaman (Experientialism)

Kesimpulan yang menyatukan semua konsep ke dalam sebuah filsafat baru tentang bagaimana manusia memahami makna dan diri mereka sendiri.

Sintesis: Alternatif Ketiga

Metafora sebagai Kunci Pemahaman Diri

Start reading with AI

Interactive Socratic dialogue, level by level

Get Started